Senin, 26 Agustus 2019

Hukum Benford



Hukum Benford
 
Salah satu teknik untuk meyakinkan kita bahwa ayat-ayat al-Qur'an benar-benar di turunkan oleh Tuhan adalah dengan penerapan Hukum Benford di sesuaikan dengan maksud ketiga ayat sebelumnya, (al-Jinn 72 :28), (al-Muddatstsir 74: 30) dan (al-Hadid 57: 25). 1
 
Frank Benford, fisikawan dari General Electric, beberapa puluh tahun yang lalu, menemukan fenomena menarik dari alam.
Apakah jumlah batu di pantai, jumlah kata dan huruf dari majalah, ataukah uang yang ada di bank, angka yang paling sering muncul adalah "1" .
Benford bukan satu-satunya yang menemukan fenomena menarik ini. 19 tahun sebelum ber­akhirnya abad ke-19, astronom Amerika dan juga ahli matematika, yaitu Simon Newcomb, telah mengetahui bahwa halaman-­halaman buku yang tebal, dengan mendistribusikan digit "1" sampai "9" dengan pola yang menakjubkan, memberikan suatu pola yang relatif sama.
Namun penemuan ini dengan cepat di lupakan orang sampai 57 tahun kemudian muncullah Frank Benford. la merumuskan pola angka setelah meneliti dan menganalisis 20.229 satuan angka dari mana saja mereka berasal; sungai, konstanta fisika, tingkat kematian, dan sebagainya.
 
Hasilnya adalah-di tunjukkan dalam pola distribusi=­sekitar 30,1% di mulai dengan angka 1; 17,6% di mulai dengan angka 2; 12,5% di mulai angka 3; 9,7% di mulai angka 4; 7,9 %r di mulai angka 5; 6,7% di mulai angka 6; 5,8% di mulai angka 7; 5,1 % di mulai dengan angka 8; dan 4,9 %r di mulai angka 9.

Tahun 1995, 114 tahun setelah penemuan Newcomb, Theodore Hill membuktikan bahwa hukum alam yang baru telah di temukan oleh Benford. (Perhatikan, angka-angka abad ke­19, 57,114, dan 1995. Semuanya "kebetulan" kelipatan 19).
 
Pernyata’an Matematika:
 
Proceeding of the American Philosophical Society tahun 1938 mengeluarkan rumus matematika sebagai berikut:

Kemungkinan yang terjadi adalah digit n, di mana n = 1, 2, 3, .... 9
 
Log10(n+1) - Log10(n) , atau
 
1
30,1 %

Teori matematika ini, 3 di pakai luas sebagai metode yang sedcrhana untuk menemukan kecurangan-kecurangan laporan para pembayar pajak, atau laporan akuntan yang di curigai. Cara yang sederhana namun dapat memberikan indikasi kepada peneliti, bahwa ada sesuatu yang salah pada kertas laporan perusahaan atau pembayar pajak.
2
17,6 %
3
12,5 %
4
9,7%
5
7,9%
6
6,7%
7
5,8%
8
5,1%
9
4,6%

 
Hukum Benford dan al-Qur' an
 
Murad Abdul Majeed 4 dari Amerika Serikat membuktikan bahwa aplikasi Hukum Benford ini bisa di terapkan pada Al­-Qur'an dengan menemukan jumlah ayat tiap surat, dari 114 surat yang berawal dengan digit 1, 2,3 sampai 9.
Misalnya saja, surat kesatu adalah Al-Fatihah, jumlah ayat adalah 7, dengan awalan digit 7.
Sedangkan surat ke dua, Al-Baqoroh jumlah ayatnya 286, di awali digit 2, dan seterusnya. Dengan cara yang sama kita akan dapatkan tabel berikut ini.
TABEL 8.1
DISTRIBUSI AYAT-AYAT AL-QUR'AN
BERDASARKAN HUKUM BENFORD
Digit
Jumlah Ayat per Surat
Juml. Surat
1

 
176, 120, 165, 129, 109, 123, 111, 128, 111, 110, 135, 112, 118, 182,18,
13,14,11, 11, 18, 12, 12, 19, 17, 19, 15, 11,19, 11, 11
 
30
 
2
 
286, 200,206, 227, 29, 29, 22, 24, 28, 28, 20, 29, 25, 22, 26, 20, 21
 
17
 
3
 
34, 30, 37, 35, 38, 30, 31, 36, 30, 3, 3, 3
 
12
 
4
 
43, 45, 45, 49, 44, 40, 90, 46, 42, 4, 4
 
11
 
5
 
52, 54, 54, 53, 59, 55, 52, 52, 56, 50, 5, 5, 5, 5
 
14
 
6
 
64, 69, 60, 60, 62, 6, 6
 
7
 
7
 
7, 75, 78, 77, 73, 75, 78, 7 
 
8
 
8
 
88, 83, 88, 85, 89, 8, 8, 8, 8, 8
 
10
 
9
 
99, 98, 93, 96, 9
 
5
 

Artinya ada 30 surat dengan jumlah ayatnya di mulai de­ngan digit "1", ada 17 surat dengan jumlah ayatnya di mulai digit "2", dan seterusnya.
Distribusi tiap digit akan sama dengan rasio distribusi Hukum Benford. Tapi, itu tidak akan di tunjuk­kan di sini, yang akan di perlihatkan adalah jika kita jumlahkan perkalian jumlah surat pada kolom paling kanan dengan digit di kolom paling kiri.
Akan di hasilkan bilangan yang dienkripsi sebagai berikut:

(30x1) + (17x2) +( 12x3) + (11 X4) + (14x5) + (7x6) + (8 x7) + (10x8) + (5x9) = 437 atau (19x23)!
 
AI-Qur'an terdiri dari 30 juz, 114 surat clan 6.236 ayat.
Ini berarti, dengan Hukum Benford kita bisa mengatakan, bila ada digit yang berubah, berkurang atau bertambah, maka ada se­suatu yang salah pada kitab ini.
Karena, jumlahnya bukan merupakan kelipatan 19 dengan distribusi Benford.
Kita juga bisa mengatakan bahwa pernyata’an ayat 30 pada Surat al­Muddatstsir benar adanya.
Fakta lainnya adalah digit "1" atau "Esa" ada di dalam 30 surat, sama dengan banyaknya pemba­gian juz Al-Qur'an. Di mana bilangan 30 merupakan salah satu angka yang sering muncul dalam struktur Al-Qur'an.
Seperti yang telah di ketahui, angka 30 adalah bilangan komposit yang ke-19.
 
Sebelum di teruskan, mari kita teliti ulang, mengapa angka 30 ini kembali muncul?
Sejatinya, bagaimana hubungannya dengan angka 114 atau banyaknya surat?
 
Setelah di teliti ulang akan di temukan 5 surat di mana no­mor surat dan ayatnya berjumlah 114.
Sehingga total jumlah ke-5 surat tadi adalah (19 x 30) atau 570.
TABEL 8.2
ENKRIPSI SURAT, AYAT, DAN ANGKA 114
No
 Nama Surat
No. Surat
Jumlah Ayat
Jumtah No. Surat + ayat
1
 AI-Hijr
15
99
114
2
 Az- Zumar (Rombongan-rombongan)
39
75
114
3
 AI-Ma*arij (Tempat-tempat Naik)
70
44
114
4
 AI-Ghosyiyah (Hari Pembalasan)
88
26
114
5
 AI-Ma' un (Barang-barang yang Berguna)
107
7
114

Jumlah
 
319
 
251
 
570,
atau (19x30)
Uji berikutnya adalah hasil pemeta’an dengan Hukum Benford yang menghasilkan pemeta’an digit ayat-ayat Al-Qur'an dalam sebuah peta berbentuk matriks. "
Jika al-Qur'an ini asli dan di turunkan dari langit, peta ini pun mempunyai (ke anehan) kodetifikasi tertentu".
TABEL 8.3
PEMETAAN DIGIT AYAT-AYAT AL-QUR'AN
BERDASARKAN HUKUM BENFORD
Digit
Jumlah Ayat Persurat Dalam Digit
1
 
1,7,6, 1,2,0 1,6,5, 1,2,9, 1,0,9, 1,2,3, 1,1,1, 1,2,8, 1,1,1, 1,1,0, 1,3,5, 1,1,2, 1,1,8, 1,8,2,
1,8, 1,3, 1,4 1,1, 1,1, 1,8, 1,2, 1,2, 1,9, 1,7, 1,9, 1,5, 1,1, 1,9,
1,1, 1,1
 
2
 
2,8,6, 2,0,0, 2,0,6, 2,2,7, 2,9, 2,9, 2,2, 2,4, 2,8, 2,8, 2,0, 2,9, 2,5, 2,2, 2,6, 2,0, 2,1
 
3
 
3,4, 3,0, 3,7, 3,5, 3,8, 3,0, 3,1, 3,6, 3,0, 3, 3, 3
 
4
 
4,3, 4,5, 4,5, 4,9, 4,4, 4,0, 4,0, 4,6, 4,2, 4, 4
 
5
 
5,2, 5,4, 5,4, 5,3, 5,9, 5,5, 5,2, 5,2, 5,6, 5,0, 5, 5, 5, 5
 
6
 
6,4, 6,9, 6,0 ,6,0, 6,2,6,6
 
7
 
7, 7,5, 7,8, 7,7, 7,3, 7,5, 7,8, 7
 
8
 
8,8, 8,3, 8,8, 8,5, 8,9, 8, 8, 8, 8, 8
 
9
 
9,9, 9,8, 9,3, 9,6, 9
 


Berikutnya, dari 227 digit, kita pilih bilangan prima saja, sedangkan yang bukan bilangan prima di hapus dan di beri tanda - (lihat Tabe 18.4).
 
Luar biasa. Enkripsi dengan bilangan 19, lihat baris digit 1 dan digit 9: hasilnya 17 digit bilangan prima.
Jumlah digit tersebut adalah: (8 x 2) + (4 x 3) + (3 x 5) + (2 x 7) = 57, atau (19 x 3).
 
Dengan demikian, ayat-ayat Al-Qur'an, bila di petakan dalam digit berbentuk matriks, mempunyai enkripsi sebagai berikut.
 
TABEL 8.4
PEMETAAN DIGIT AYAT-AYAT AL-QUR'AN
YANG MERUPAKAN BILANGAN PRIMA
 
Digit
Jumlah Ayat Persurat Dalam Digit
1
 
-,7,-, -,2,- -,-,5, -,2,-, -,-,-, -,2,3, -,-,-, -,2,-, -,-,-, -,-,-, -,3,5, -,-,2, -,-,-, -,-,2,
-,-, -,3, -,- -,-, -,-, -,-, -,2, -,2, -,-, -,-, -,-, -,5, -,-, -,-,
-,-, -,-
 
2
 
2,-,-, 2,-,-, 2,-,-, 2,2,7, 2,-, 2,-, 2,2, 2,-, 2,-, 2,-, 2,-, 2,-, 2,5, 2,2, 2,-, 2,-, 2,-
 
3
 
3,-, 3,-, 3,7, 3,5, 3,-, 3,-, 3,-, 3,-, 3,-, 3, 3, 3
 
4
 
-,3, -,5, -,5, -,-, -,-, -,-, -,-, -,-, -,2, -, -
 
5
 
5,2, 5,4, 5,4, 5,3, 5,-, 5,5, 5,2, 5,2, 5,-, 5,-, 5, 5, 5, 5
 
6
 
-,-, -,-, -,- ,-,-, -,2,-,-
 
7
 
7, 7,5, 7,-, 7,7, 7,-, 7,5, 7,-, 7
 
8
 
-,-, -,3, -,-, -,5, -,-, -, -, -, -, -
 
9
 
-,-, -,-, -,3, -,-, -
 

Tingkat 1
Jumlah ayat 6.236 dan jumlah nomor surat 6.555, digitnya di jumlahkan berarti: 6+2+3+6+6+5+5+5 =38 atau (19x 2).
 
Tingkat 2
Aplikasi Hukum Benford pada ayat-ayat al-Qur’an, jumlah digit awal (bilangan "1" sampai "9") adalah 437 atau (19 x 23).
 
Tingkat 3
Ayat-ayat al-Qur'an dalam 114 surat terdiri dari 227 digit merupakan bilangan prima kembar.
Angka ini, ter-enkripsi de­ngan 17 digit angka bilangan prima kembar pula, pada baris digit 1 dan 9, jumlah digitnya 57 atau (19 x 3).
 
Pembaca dapat menyimpulkan bahwa bukan suatu kebe­tulan jika Al-Qur'an mempunyai sistem kodetifikasi yang bertingkat, matematis bilangan prima, teristimewa bilangan prima kembar 19,11 atau dengan bilangan lainnya.
Segala sesuatu di hitung satu persatu (dengan teliti)"
Satu ayat atau bahkan satu huruf saja hilang atau di sisipkan, akan membuat ketidak­ seimbangan dalam struktur matematisnya.
Lalu apakah makh­luk jin dan manusia dapat membuat kitab yang serupa ini?
 
Jika manusia normal di-"kode"-kan dengan 23 pasang kromosom.
Binatang cicadas dari jenis Magicada (menyerupai jangkrik atau kecoak terbang), timbul dari tanah setiap 13 atau 17 tahun sekali.
Kedua-duanya adalah bilangan prima kembar.
Mario Markus ahli fisika jurusan Molecular Physiology dari Institut Max Planc menjelaskan bahwa siklus hidup binatang ini 12 tahun sekali, maka semua predator (binatang pemangsa) yang mempunyai siklus hidup 2, 3, 4, dan 6 tahun sekali akan memusnahkannya.
Oleh karena itu, jika cicadas mutasi dalam siklus 13 atau 17 tahun sekali, ia akan selamat.
 
Bagi yang memahaminya, Al-Qur'an bukanlah kitab biasa. Walaupun kalimat-kalimatnya banyak berbentuk puisi dan prosa, ia bukanlah kitab sastera.
Walaupun ratusan ayat menceritakan fenomena alam dan ilmu pengetahuan, ia bukanlah kitab ilmu pengetahuan dan bukan pula sebuah ensiklopedi.
Al-Qur'an hanya dapat di mengerti dan di pahami bila di baca baik-baik dengan mengetahui ilmunya.
Hati terbuka, tulus, dan mau menerima.
Bagi pembaca yang menginginkan jalan yang lurus, dengan seizin-Nya akan bertambah ke imanannya.

"Namun bagi sebagian orang, akibatnya malah lebih buruk serta mendatangkan kerugian."
 (al-Isro’ 17 : 82).

Walloohu A’lam.
___/|\___
¨¨¨˜°♥°˜¨¨¨