Senin, 26 Agustus 2019

Besi, Surat ke-57



Besi, Surat ke-57

Memang aneh, tampaknya, dalam pelajaran teologi, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe = ferrum) bisa menjadi salah satu judul surat dalam kitab suci agama, tetapi itulah Al-Qur'an.
Sehingga pertanya’an bagi orang awam tentunya, karakter apa yang menarik pada surat ini?
Lalu, mengapa besi di jadikan salah satu nama surat dalam Al-Qur'an?
Bukankah emas, misalnya, lebih berharga?
 
Surat ini turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islaam di Medinah.
Oleh karena itu, bisa di pahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan harta bagi kepentingan umum.
Nama surat terambil dari kalimat wa anzalnal-hadida, ayat 25.1
Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana "kilauan anak panah" yang menarik perhatian bagi kaum ber­akal; yang di selipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut keTuhanan.
 
" Sesungguhnya Kami telah mengutus Rosul-Rosul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (ke adilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.
“Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfa’at bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allooh mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan Rosul-Rosul-Nya padahal Allooh tidak di lihatnya.
“Sesungguhnya Allooh Maha Kuat lagi Maha Perkasa."
(al-Hadid 57: 25).
 
Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa ansalnal-hadida dengan "Kami ciptakan besi"
Padahal secara intrinksik seharusnya:
"Kami turunkan besi"
Sebagaimana terjemahan:
"Kami turun­kan bersama mereka al-Kitab dan mizan (ke adilan, ke seimbangan, ke selarasan, ke sepadanan)".
Mengapa demikian?
Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi di turunkan dari langit?
Apakah di jatuhkan begitu saja?
 
Namun seiring dengan perkembangan waqtu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa "memang besi di turunkan dari langit".2

Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat di hasilkan oleh bumi sendiri.
 
Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi.
Perkira’an paling baik, energi yang di butuhkan adalah empat kali energi sistem matahari kita,3 dengan demikian besi hanya dapat di hasilkan oleh suatu bintang yang jauh lebih besar dari pada matahari, dengan suhu ratusan juta derajat Celsius. Kemudian meledak dahsyat sebagai nova atau supernova, dan hasilnya menyebar di angkasa sebagai meteorit yang mengandung besi, melayang di angkasa sampai tertarik oleh gravitasi bumi, di awal terbentuknya bumi miliaran tahun yang lalu.
 
Karakter ke dua, ketika menjelaskan besi "memberikan kekuatan yang hebat" barangkali pembaca membayangkan sen­jata pemusnah sekelas ICBM, Intercontinental Ballistic Missile (peluru kendali antarbenua) atau senjata pemusnah massal seperti senjata kimia.
Tetapi bukan hanya iht. Nikmat yang paling besar yang di berikan Tuhan kepada umat manusia adalah "desain bumi".
Bumi dan isinya di lindungi oleh Sabuk Van Allen yang membungkus bumi seolah-olah perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi tinggi.
Perisai dengan "ke­kuatan hebat" ini tidak di miliki oleh planet-planet lain.
 
Sabuk radiasi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di alas bumi, di beri nama Sabuk Van Allen.
Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang di sebut solar flares.4
Ledakan dahsyat ini bila tidak di tahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima.
Perlindungan juga di dapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia.
Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk?
Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel.
Ke duanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak di miliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.5

Barangkali kita sekarang paham mengapa besi menempati salah satu judul surat di dalam Al-Qur'an.
Inti besi dan nikel "melindungi makhluk bumi" berupa perisai elektromagnetik dengan "kekuatan yang hebat".
Namun yang terpenting, Al­_Qur'an ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa besi tidak dapat di produksi di bumi. Oleh karena itu, ia langsung di tu­runkan dari langit untuk di manfa’atkan oleh manusia sesuai dengan ayat 25.

Harap pembaca juga memperhatikan kodetifikasi di alam raya, solar flares terjadi 11 tahun sekali. Metonic cycle 19 tahun sekali, komet Halley rata-rata 76 tahun sekali mendekati bumi, penyesuaian Kalender Lunar mengikuti siklus 11 tahun dan 19 tahun.

Elemen Berat Besi, Fe-57

Karakter ketiga berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik.
Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa "membedah" elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid.
Tanpa mengenal sifat­sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui "ke indahan" Surat Besi ini, yang di letakkan pada nomor 57.

Nilai kata atau Al-Jumal Al-Hadid adalah 57. Terdiri dari a! (31) dan hadid (26). Tabel Al-Jumal bisa di lihat pada Tabe15.4.

Alif = 1, Lam = 30, Ha' = 8, Dal= 4, Ya' = 10, Dal = 41 + 30 + 8 + 4 + 10 + 4 = 31 + 26 = 57.

Fakta Pertama:
 
Fakta menunjukkan bahwa besi atau Al-Hadid mempunyai nilai (al-juntal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3). Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3.

Besi, menurut Peter Van Krogt ahli elementimologi, telah lama di gunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak Adam AS.
Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau ferrum, yang berarti "elemen suci" dari kata Iren (Anglo-Saxon). Di beri nama ferrum, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus Aurelius dan Commodus menghubung­kan dengan mitos Planet Mars.
Ilmu kimia modern mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 (lihat Tabel 9.1).
 
TABEL 9.1
ISOTOP BESI 7
 
Isotop
Waqtu Paruh
Isotop
Waqtu Paruh
Fe-.52
8.3 jam
FP-57
Stabil
Fe-54
Stabil
Fe-58
Stabil
Fe-55
2.7 tahun
Fe-59
54.5 hari
Fe-56
Stabil
Fe-60
1.500.000 tahun

Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya terletak di tengah-tengah tabel periodik.6.
Sedangkan Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil mempunyai 31 neutron.
Ini berbeda dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58 mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga di ketahui mempunyai "ionisasi energi" tingkat ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan)8, energi yang keluar untuk mengubah status Fe+2 ke Fe+3.
Besi sendiri mempunyai 4 tingkatan energi--itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga di ketahui mempunyai massa atom sebesar 56,9354.9
 
Fakta Kedua:
 
Begitu kita mengenal karakterisitik besi, kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:
  • Salah satu isotop besi yang stabil, Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat Al-Hadid, dan Al-Jumal dari Al-Hadid adalah 57 juga.
  • Besi mempunyai nomor atom 26, ditunjukkan oleh Al-Jumal kafa Hadid.
  • Fe-57 mempunyi elektron 31 buah, di tunjukkan oleh Al­-Jumal dari kata "Al".
  • Koefisien 3, dari (19 x 3), di tunjukkan dengan ionisasi ting­kat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957 jk/mol.
  • Surat Al­-Hadid mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi 2957.
  • Peneliti Al-Qur'an dari kelompok Fakir 60 di Amerika Seri­kat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451.
  • Bilangan 574 menunjukkan "Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada" atau berarti juga "yang mempunyai 4 tingkatan energi".
  • Bilangan 451, banyaknya kata, adalah jumlah bilangan no­mor simbol ke delapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe­56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451.
  • Enkripsi pada ke empat isotop stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 = 19 x 2871882
  • Demikian juga massa atom Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = 19 x 29966
  • Bukan suatu kebetulan, jika nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) di tunjukkan dengan angka 19.

    5+7+2+5=19.
     
  • Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi di letakkan di tengah-tengah Al-Qur'an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak di tengah-tengah tabel periodik.
  • Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong ajaib ka­rena angka-angka tersebut merupakan:
  • 57x29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +...+ 57 atau (19 x 87)
Kata "besi" dalam Al-Qur'an di sebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda10.
Barangkali salah satu keterangan yang menarik dari hal yang menarik lainnya adalah keterangan yang berhu­bungan dengan "rahasia" Dzulkarnain pada Surat al-Kahfi (18:96), yang berarti "gua°.
Ayat tersebut berkisah tentang "pin­tu besi" yang di bangun oleh Dzulkarnain "di antara kedua pun­cak gunung".
Suatu saat akan hancur, ketika kiamat telah dekat.
Tanda-tanda kiamat ini menarik perhatian ilmuwan Barat clan juga Winston Churchill, PM Inggris pada tahun 1940-an.
Perha­tian para ahli arkeologi Muslim terletak pada karakter siapa yang pas untuk Dzulkarnain dalam sejarah?
Apakah Raja dari Macedonia (tafsir Yusuf Ali dan Prof. Dr. H. Mahmud Yunus mengatakan Iskandar Dzulkarnain dari Macedonia, sehingga mengundang kritikan ahli sejarah, karena tidak pas11), Alexander Agung, ataukah Cyrius Kaisar dari Persia?
Sedangkan perhatian Churchill, karena ramalan "perang besar yang akan terjadi" sebelum dunia kiamat, sebagian tercatat dalam Kitab Mulia Al-Qur'an12, dengan versi lain jika di bandingkan dengan Bibel.
Lalu siapakah Gog dan Magog (versi Barat), apakah kaum Kulit Kuning (Oriental), Hindu, animis, atau Komunis Rusia? Sedangkan Al-Qur'an menyebutnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj (al-Kahfi [181:94)?
Belum di ketahui pasti siapa mereka…?
Indikasi masa depan, ada berbagai kemungkinan.
Namun, satu hal, tampaknya para arkeolog telah menemukan "Pintu Besi" yang di maksud oleh Al-Qur'an di Derbent, termasuk dalam wilayah Uni Sovyet dahulu13, seperti tercantum dalam Encyclopedia Columbia, walaupun masih di perdebatkan di kalangan sejarawan modern.
Siapa sebenarnya yang membangun pintu besi tersebut, Alexander Agung ataukah Cyrius?
Encyclopedia Columbia edisi ke-6, mencatat bahwa Derbent di temukan pada tahun 438 oleh bangsa Persia sebagai pertahan­an yang strategis di Pintu Besi.
Benteng tersebut masih ada clan di beri nama Tembok Kaukasia (Caucasian Wall) juga di sebut Tembok Alexander.
Di bangun oleh bangsa Persia (yang menemukannya) pada abad ke-6, untuk menahan serangan pendatang-pendatang dari daerah Utara.

Dengan demikian, Surat Besi ini menunjukkan ke istimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi di turunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya bumi, miliaran tahun yang lalu.
Besi di ketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat: inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa.
Sedangkan nomor surat 57 sama dengan Al-Jumal dari Al-Hadid (57). Surat ini juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil.
Selain itu, di tunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31) yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga di tunjuk­kan dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (Al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan' 19. Ramalan atau prophecy:
Besi atau Pintu Besi Dzulkarnain di isyaratkan berhubungan dengan salah satu tanda datangnya Qiamat - hancur secara fisik - ketika bangsa yang di namakan Ya'juj dan Ma'juj menimbulkan keru­sakan di bumi.

Walloohu A’lam.
___/|\___
¨¨¨˜°♥°˜¨¨¨