Silsilah Hadits-Hadits Dho’if
Pilihan-4
[Berbincang-bincang Di Masjid…]
(Karya Syaikh al-Albani)
Mukaddimah:
Ada sementara orang yang beranggapan bahwa memperbincangkan masalah-masalah duniawi di dalam masjid tidak di bolehkan.
Barangkali hal itu mereka lakukan karena ghiroh diniyyah (semangat ke agama’an) mereka dan rasa penghormatan yang tinggi terhadap masjid, sekali pun ada banyak di antara mereka pula yang entah secara sadar atau tidak juga mencemari ke agungan masjid, seperti merokok di dalamnya sa’at ada acara tertentu padahal bau rokok dalam banyak hal lebih tidak sedap dari bau bawang yang Rosulullooh melarang orang yang memakannya (tidak mencuci mulutnya dengan bersih hingga hilang) untuk mendekati masjid.
Nah, benarkah ngobrol-ngobrol tentang dunia tidak di bolehkan di masjid…?
Ada sementara orang yang beranggapan bahwa memperbincangkan masalah-masalah duniawi di dalam masjid tidak di bolehkan.
Barangkali hal itu mereka lakukan karena ghiroh diniyyah (semangat ke agama’an) mereka dan rasa penghormatan yang tinggi terhadap masjid, sekali pun ada banyak di antara mereka pula yang entah secara sadar atau tidak juga mencemari ke agungan masjid, seperti merokok di dalamnya sa’at ada acara tertentu padahal bau rokok dalam banyak hal lebih tidak sedap dari bau bawang yang Rosulullooh melarang orang yang memakannya (tidak mencuci mulutnya dengan bersih hingga hilang) untuk mendekati masjid.
Nah, benarkah ngobrol-ngobrol tentang dunia tidak di bolehkan di masjid…?
Apakah kualitas hadits mengenainya
dapat di pertanggung-jawabkan?
Silahkan simak!
Naskah Hadits:
Naskah Hadits:
اْلحَدِيْثُ فِي اْلمَسْجِدِ يَأْكُلُ
اْلحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ اْلبَهَائِمُ اْلحَشِيْشَ
“Berbincang-bincang di masjid akan
memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana binatang-binatang ternak memakan
rerumputan.”
Kualitas Hadits:
Hadits ini Tidak ada asal (dasar)-nya.
Takhrij Hadits:
Hadits ini di ketengahkan oleh al-Ghozali di dalam kitabnya Ihyaa` ‘Uluumid Din (I/136).
Kualitas Hadits:
Hadits ini Tidak ada asal (dasar)-nya.
Takhrij Hadits:
Hadits ini di ketengahkan oleh al-Ghozali di dalam kitabnya Ihyaa` ‘Uluumid Din (I/136).
Kemudian, pentakhrij hadits kitab
ini, al-Hafizh al-‘Iraqi berkata:
“Aku tidak menemukan akar (dasar)-nya.”
“Aku tidak menemukan akar (dasar)-nya.”
Hal ini juga di catat al-Hafizh di
dalam kitab Takhrij al-Kasysyaaf.
‘Abdul Wahhab bin Taqiyuddin as-Subki di dalam kitab Thabaqaat asy-Syaafi’iyyah (IV/145147), “Aku tidak menemukan sanadnya.”
Sedangkan teks yang masyhur dalam perbincangan orang-orang (dari mulut ke mulut) berbunyi:
‘Abdul Wahhab bin Taqiyuddin as-Subki di dalam kitab Thabaqaat asy-Syaafi’iyyah (IV/145147), “Aku tidak menemukan sanadnya.”
Sedangkan teks yang masyhur dalam perbincangan orang-orang (dari mulut ke mulut) berbunyi:
“Pembicara’an yang mubah (di bolehkan,
bukan haram) di masjid akan memakan semua kebaikan sebagaimana api memakan kayu
bakar” padahal itu itu juga.
(SUMBER: Silsilah al-Ahaadiits adl-Dho’iifah Wa al-Mawdluu’ah Wa Atsaruha as-Sayyi` Fii al-Ummah karya Syaikh al-Albani, Jld.I, h.60, no.4)
(SUMBER: Silsilah al-Ahaadiits adl-Dho’iifah Wa al-Mawdluu’ah Wa Atsaruha as-Sayyi` Fii al-Ummah karya Syaikh al-Albani, Jld.I, h.60, no.4)
Walloohu A’lam.
___/|\___
¨¨¨˜°♥°˜¨¨¨
