Senin, 26 Agustus 2019

Silsilah Hadits-Hadits Masyhur-9



Silsilah Hadits-Hadits Masyhur-9

“Perbeda’an Pendapat Di Kalangan Umatku Adalah Rahmat”

Mukaddimah:

Perbeda’an pendapat merupakan sunnatullooh di muka bumi ini namun apakah dapat di katakan bahwa ia merupakan Rahmat bagi Umat Islaam.?
Tentunya jawaban atas hal ini selalu di landaskan kepada sebuah hadits yang amat masyhur, yang menyatakan bahwa perbeda’an pendapat itu adalah Rahmat.
Nah, pada kajian kita kali ini, akan sedikit berbicara tentang hadits tersebut dan kualitasnya, semoga dapat bermanfa’at.

NASKAH HADITS:

اِخْتِلاَفُ أُمَّتِي رَحْمَةٌ

“Perbeda’an pendapat di kalangan Umatku adalah Rahmat.”

Penjelasan:

Hadits dengan redaksi seperti ini sebagai yang di sebutkan Imam as-Suyûthiy dalam buku yang kita kaji ini (ad-Durar al-Muntatsirah Fi al-Ahâdîts al-Musytahirah) di riwayatkan oleh Syaikh Nashr al-Maqdisiy di dalam kitabnya “al-Hujjah” secara marfu’ dan al-Baihaqiy di dalam kitabnya “al-Madkhal” dari al-Qosim bin Muhammad, yaitu ucapannya,
“Dan dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, dia berkata:

مَا سَرَّنِي لَوْ أَنَّ أَصْحَابَ مُحَمَّدٍ لَمْ يَخْتَلِفُوْا، ِلأَنَّهُمْ لَوْ لَمْ يَخْتَلِفُوْا لَمْ تَكُنْ رُخْصَةٌ

“Tidak menyenangkanku andai kata para shahabat Muhammad itu tidak berbeda pendapat, karena andai kata mereka tidak berbeda pendapat, tentu tidak ada rukhshoh (keringanan/dispensasi)”

Setelah ucapan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz ini, Imam as-Suyûthiy mengomentari:
“Menurutku, ini menunjukkan bahwa yang di maksud adalah perbeda’an mereka di dalam hukum.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa maksudnya adalah perbeda’an di dalam bidang skill dan pekerja’an.
Ini di sebutkan oleh beberapa orang.

Dan di dalam Musnad al-Firdaus dari jalur Juwaibir, dari adl-Dlahhâk dari Ibn ‘Abbas secara marfu’ di sebutkan:

اِخْتِلاَفُ أَصْحَابِي لَكُمْ رَحْمَةٌ

“Perbeda’an pendapat para shahabatku bagi kalian adalah Rahmat.”

Ibn Sa’d di dalam kitabnya “ath-Thobaqât” berkata, ‘Qabîshah bin ‘Uqbah menceritakan kepada kami, dia berkata, ‘Aflah bin Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata, ‘dari al-Qosim bin Muhammad berkata:

كَانَ اخْتِلاَفُ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ رَحْمَةً لِلنَّاسِ

“Perbeda’an para shahabat Muhammad itu merupakan Rahmat bagi umat manusia.” “ [Selesai ucapan Ibn Sa’d]

CATATAN:

Penahqiq (analis) atas buku yang kita kaji ini, yaitu Syaikh. Muhammad Luthfy ash-Shabbâgh memberikan beberapa anotasi berikut:
“Hadits ini kualitasnya Dho’îf (Lemah) .

Untuk itu, silahkan merujuk kepada buku-buku berikut:

1. al-Maqoshid al-Hasanah Fî Bayân Katsîr Min al-Ahâdîts al-Musytahirah ‘Ala al-Alsinah, karya as-Sakhâwiy, h.26
2. Tamyîz ath-Thoyyib Min al-Khobîts Fîmâ Yadûr ‘Ala Alsinah an-Nâs Min al-Hadîts, karya Ibn ad-Diba’, h.9
3. Kasyf al-Khafâ` wa Muzîl al-Ilbâs ‘Amma isytahara Min al-Ahâdîts ‘Ala Alsinah an-Nâs, karya al-‘Ajlûniy, Jld.I, h.64
4. al-Asrâr karya ,no.17 dan 604
5. Dho’îf al-Jâmi’ karya Syaikh al-Albâniy, no.230
6. Silsilah al-Ahâdîts adl-Dho’îfah karya Syaikh al-Albâniy, no.57
7. Tadzkirah al-Mawdlû’ât karya al-Fitniy, h.90
8. Tadrîb ar-Râwiy karya Imam as-Suyûthiy, h.370
9. Faydl al-Qodîr karya as-Sakhowiy, jld.I, h.209-212, di dalam buku ini Imam as-Subkiy berkata:
 “(Hadits ini) tidak di kenal di kalangan para Ulama’ hadits dan saya tidak mengetahui ada sanad yang shohih, do’if atau mawdlu’ mengenainya.
Menurut saya (Syaikh Muhammad Luthfiy), “Perbeda’an pendapat itu bukanlah Rahmat tetapi bencana akan tetapi ia merupakan hal yang tidak bisa di hindari sehingga yang di tuntut adalah selalu berada di dalam koridor syari’at dan tidak menjadi sebab perpecahan, perselisihan dan perang.

(Sumber: ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahâdîts al-Musytahirah karya Imam as-Suyûthiy, tahqiq Syaikh. Muhammad Lutfhfy ash-Shabbâgh, h.59, no.6)



Walloohu A’lam.
  ___/|\___
¨¨¨˜°°˜¨¨¨