Silsilah Hadits-Hadits Masyhur-7
(Tidurlah Siang Hari, Sebab Sesungguhnya
Para Syetan Tidak Tidur Siang)
Mukaddimah
Sering kali kita melihat ada orang yang menganjurkan agar tidur siang sekalipun itu adalah baik, namun bilamana kemudian di barengi dengan hal yang menakut-nakuti bahwa orang yang tidak tidur siang sama dengan ‘gawe’ syetan yang juga tidak tidur siang, maka di sinilah permasalahannya.
Dan karena itu, perlu di tinjau ulang benarkah ada dalilnya?
Sering kali kita melihat ada orang yang menganjurkan agar tidur siang sekalipun itu adalah baik, namun bilamana kemudian di barengi dengan hal yang menakut-nakuti bahwa orang yang tidak tidur siang sama dengan ‘gawe’ syetan yang juga tidak tidur siang, maka di sinilah permasalahannya.
Dan karena itu, perlu di tinjau ulang benarkah ada dalilnya?
Apakah ia shohih?
NASKAH HADITS:
NASKAH HADITS:
قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ
“Tidurlah siang hari, sebab
sesungguhnya para syetan tidak tidur siang.”
Penjelasan:
Hadits dengan redaksi seperti ini sebagaimana yang di nyatakan oleh pengarang buku panduan kita, ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahâdîts al-Musytahirah adalah di riwayatkan oleh al-Bazzâr dari hadits Anas RA.
CATATAN:
Menurut Syaikh Muhammad Luthfy ash-Shabbâgh, penahqiq buku tersebut:
“Kualitasnya DHO’IF (LEMAH).
Penjelasan:
Hadits dengan redaksi seperti ini sebagaimana yang di nyatakan oleh pengarang buku panduan kita, ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahâdîts al-Musytahirah adalah di riwayatkan oleh al-Bazzâr dari hadits Anas RA.
CATATAN:
Menurut Syaikh Muhammad Luthfy ash-Shabbâgh, penahqiq buku tersebut:
“Kualitasnya DHO’IF (LEMAH).
Untuk itu, silahkan merujuk ke:
1. al-Maqoshid al-Hasanah Fî Bayân Katsîr Min al-Ahâdîts al-Musytahirah ‘Ala al-Alsinah, karya as-Sakhâwiy, h.56
2. Tamyîz ath-Thayyib Min al-Khabîts Fîmâ Yadûr ‘Ala Alsinah an-Nâs Min al-Hadîts, karya Ibn ad-Diba’, h.115
3. Kasyf al-Khofâ` wa Muzîl al-Ilbâs ‘Amma isytahara Min al-Ahâdîts ‘Ala Alsinah an-Nâs, karya al-‘Ajlûniy, Jld.I, h.120
4. Shohîh al-Jâmi’, no.4431, pengarangnya, Syaikh al-Albâny berkata (mengenai hadits di atas-red.,), “Hasan.” Dan lihat juga, “Majma’ az-Zawâ`id,” Jld.VIII, h.112.
1. al-Maqoshid al-Hasanah Fî Bayân Katsîr Min al-Ahâdîts al-Musytahirah ‘Ala al-Alsinah, karya as-Sakhâwiy, h.56
2. Tamyîz ath-Thayyib Min al-Khabîts Fîmâ Yadûr ‘Ala Alsinah an-Nâs Min al-Hadîts, karya Ibn ad-Diba’, h.115
3. Kasyf al-Khofâ` wa Muzîl al-Ilbâs ‘Amma isytahara Min al-Ahâdîts ‘Ala Alsinah an-Nâs, karya al-‘Ajlûniy, Jld.I, h.120
4. Shohîh al-Jâmi’, no.4431, pengarangnya, Syaikh al-Albâny berkata (mengenai hadits di atas-red.,), “Hasan.” Dan lihat juga, “Majma’ az-Zawâ`id,” Jld.VIII, h.112.
Dan menurut saya (Syaikh Muhammad
Luthfy), di dalam sanadnya tersebut terdapat seorang periwayat bernama Katsîr
bin Marwân yang merupakan seorang Matrûk (yang di tinggalkan/tidak
di gubris haditsnya) serta Muttaham (tertuduh).
Ibn Hajar menyebutkan di dalam Fath
al-Bâry, jld.XI, h.70 bahwa hadits ini di keluarkan oleh ath-Thobarony di
dalam kitab al-Awsath dari hadits Anas RA., yang menilainya Marfû’
(sampai kepada Rosulullooh) namun dalam sanadnya terdapat Katsîr bin Marwân
yang merupakan periwayat Matrûk.
Silahkan lihat mengenai Katsîr ini
pada kitab “Mîzân al-I’tidâl” (karya adz-Dzahaby), Jld.III, h.409;
“adl-Dhu’afâ’ Wa al-Matrûkîn” karya ad-Dâruquthny dengan tahqiq kami, no.448
dan lihat tahqiq kami terhadapnya.
(Sumber: ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahâdîts al-Musytahirah karya Imam as-Suyûthiy, tahqiq Syaikh. Muhammad Lutfhfy ash-Shabbâgh, h.151, no.318)
(Sumber: ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahâdîts al-Musytahirah karya Imam as-Suyûthiy, tahqiq Syaikh. Muhammad Lutfhfy ash-Shabbâgh, h.151, no.318)
Walloohu A’lam.
___/|\___
¨¨¨˜°♥°˜¨¨¨
