SILSILAH HADITS-HADITS MASYHUR-6
(Bercincinlah Dengan Batu Akik…)
Mukaddimah
Barangkali ada sebagian penggemar yang karena saking kagumnya atau pedagang batu cincin yang karena ingin melariskan dagangannya berdalil dengan hadits tentang ke utama’an batu akik.
Barangkali ada sebagian penggemar yang karena saking kagumnya atau pedagang batu cincin yang karena ingin melariskan dagangannya berdalil dengan hadits tentang ke utama’an batu akik.
Siapa yang tidak tahu batu akik?
Tetapi apakah dapat di benarkan
berdalil dengan hadits tersebut. berikut uraiannya!!
Naskah Hadits:
Naskah Hadits:
تَخَتَّمُوْا بِاْلعَقِيْقِ فَإِنَّهُ
يَنْفِي الْفَقْرَ
Bercincinlah dengan batu akik sebab
ia dapat menghilangkan kefakiran
Takhrij Ringkas:
Hadits ini di riwayatkan oleh ad-Dailami, dari hadits Anas, Umar, Ali dan Aisyah dengan sanad-sanad yang beragam.
Takhrij Ringkas:
Hadits ini di riwayatkan oleh ad-Dailami, dari hadits Anas, Umar, Ali dan Aisyah dengan sanad-sanad yang beragam.
Di dalam kitab al-Yawaqit karya
Muthriz di sebutkan bahwa Ibrahim al-Harbi di tanyai mengenai hadits ini, ia
mengatakan: ‘Shohih.
Ia berkata pula, di riwayatkan juga
dengan lafazh ‘Tahattamu’ (dengan huruf Ha’ sebagai ganti huruf Kho’-red),
artinya berdiamlah di Aqiq dan menetaplah di sana.
Menurutku (Imam as-Suyuthi), Ibn
Adiy meriwayatkan dengan sanad Dho’if (lemah) dari hadits Aisyah secara Marfu’
denga lafazh,
تَخَتَّمُوْا بِاْلعَقِيْقِ فَإِنَّهُ
مُبَارَكٌ
Bercincinlah dengan batu akik sebab
ia di berkahi
(Lihat buku rujukan kita, ad-Durar al-Muntatsirah Fi al-Ahadits al-Masyhurah karya Imam as-Suyuthi, hal.101, nomor 164)
Komentar Terhadap Hadits:
Peneliti (Penahqiq) buku rujukan di atas (ad-Durar al-Muntsirah), Syaikh Muhammad Luthfi ash-Shabbagh berkata:
(Lihat buku rujukan kita, ad-Durar al-Muntatsirah Fi al-Ahadits al-Masyhurah karya Imam as-Suyuthi, hal.101, nomor 164)
Komentar Terhadap Hadits:
Peneliti (Penahqiq) buku rujukan di atas (ad-Durar al-Muntsirah), Syaikh Muhammad Luthfi ash-Shabbagh berkata:
Kualitas hadits ini adalah MAWDHU’
(PALSU) .
Lihat rujukan-rujukan berikut:
- al-Maqoshid al-Hasanah, hal.153
- Tamyiz al-Khobits, hal.55
- Kasyf al-Khofa’, I:299
- Al-Kamil karya Ibn ‘Adiy, VII:2604
- Tarikh Baghdad, XI:251 dengan lafazh, “…..Fa Innahu Mubarak”
- Dho’if al-Jami’ ash-Shoghir, 2411, ia (Syaikh al-Albani) berkata, “Maudhu’ (Palsu)
- At-Tanbih ‘Ala Huduts at-Tash-hif karya Hamzah al-Ashfihani, hal.33
- Al-Asrar, 133
- Mizan al-I’tidal, I:530 dan IV:455
- Al-Mawdhu’at, III:58
- Al-La’ali, II:272
- Tanzih asy-Syari’ah, II:270
- Al-Fawa’id karya asy-Syaukani, hal.194
- al-Maqoshid al-Hasanah, hal.153
- Tamyiz al-Khobits, hal.55
- Kasyf al-Khofa’, I:299
- Al-Kamil karya Ibn ‘Adiy, VII:2604
- Tarikh Baghdad, XI:251 dengan lafazh, “…..Fa Innahu Mubarak”
- Dho’if al-Jami’ ash-Shoghir, 2411, ia (Syaikh al-Albani) berkata, “Maudhu’ (Palsu)
- At-Tanbih ‘Ala Huduts at-Tash-hif karya Hamzah al-Ashfihani, hal.33
- Al-Asrar, 133
- Mizan al-I’tidal, I:530 dan IV:455
- Al-Mawdhu’at, III:58
- Al-La’ali, II:272
- Tanzih asy-Syari’ah, II:270
- Al-Fawa’id karya asy-Syaukani, hal.194
Walloohu A’lam.
___/|\___
¨¨¨˜°♥°˜¨¨¨
