Senin, 26 Agustus 2019

Struktur Ayat dan Kata



Struktur Ayat dan Kata

Struktur kodetifikasi, enkripsi, bukan saja di tingkat surat dan ayat, tetapi juga sampai tingkatan ayat, kata-kata, dan huruf. Al-Qur'an menyajikan puluhan, bahkan ratusan, struktur yang sangat bervariasi dari berbagai tingkatan. Namun semua­nya tidak lepas dari bilangan prima dan prima kembar seperti 29 dan 31.

Kalimat Basmallah
 
Setiap surat berisikan sejumlah ayat yang dalam bahasa Arab di kenal sebagai ayah atau "tanda kekuasa’an Allooh". Secara struktur, ia berhubungan dengan 29 surat berinisial dengan bentuk (10 + 19).
Kalimat ini di kenal pula dengan kalimat Basmallah. Ia mempunyai 4 kata dan 19 huruf Arab yang tersusun secara sistematis, dan artinya adalah "Dengan nama Allooh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.".1 Bilangan di susun selain berhubungan dengan angka 19 juga berhubungan dengan angka bilangan prima 29.
 
Sejak awal, dalam kalimat Basmallah, kata bismi di tulis tanpa huruf alif sebagaimana halnya pada kata yang sama pada awal Surat al-A'la (Iqro'), menurut al-Qurtubi (w. 671 H), atas dasar alasan praktis. Namun az-Zarkasyi (w. 794 H) mengatakan bahwa tata cara penulisan Al-Qur'an mempunyai rahasia-rahasia tertentu.2 Pendapat tersebut memang benar, sebab bila di tulis dengan huruf alif, kalimat Basmallah menjadi 20 huruf, bukan 19 huruf. Kalau di tulis dengan 19 huruf, maka akan sama de­ngan banyaknya dengan huruf pada hauqolah: La haula wa la quwwata illa billah atau "Tiada daya untuk memperoleh manfa’at dan tiada daya untuk menolak kesulitan kecuali dengan bantuan Allooh".
 
Di bawah ini ringkasan kalimat Basmallah yang di atur berdasarkan kata dan huruf Arab. Perlu di ketahui, berdasarkan perbeda’an dialek, bisa saja kalimat ini terdiri lebih dari 19 huruf sebagaimana pendapat sebagian kecil Muslim yang tidak menggunakan mushaf Utsmani.
 
Jumlah nomor kata adalah 1 + 2 + 3 + 4 = 10, sedangkan jumlah huruf 19!
Jumlah total, nomor kata dan huruf adalah (10 + 19) = 29. Bilangan prima ke-10 adalah 29.
Strukturnya istimewa apabila kita susun angka-angka nomor kata dan jumah huruf per kata, akan kita dapatkan bilangan 13243646.

TABEL 5.1
KALIMAT BASMALLAH DENGAN STRUKTUR 29 DAN 19
 
Jumlah  No
Arab
Indonesia
Jumlah Huruf
1
Bism
Dengan nama
3
2
Allooh
Allooh
4
3
AI-Rohman
Yang Maha Pengasih
6
4
AI-Rohim
Maha Penyayang
6
10
Total
Total
19

Perhatikan! Angka 1 adalah nomor kata dan angka 3 adalah jumlah huruf kata pertama, seterusnya angka 2 adalah nomor kata, dan 4 adalah jumlah huruf kata kedua, demikian sete­rusnya.
Perhatikan berikutnya :

1 3 2 4 3 6 4 6 = 19 x 697034 = 19 x 19 x 36686 dan, ....
1+3+2+4+3+6+4+6 = 6+9+7+0+3+4= 3+6+6+8+6= 29 !

Pertanya’annya, berapa besar kemungkinan suatu kalimat, yang jumlah nomor kata dan hurufnya 29 merupakan kelipatan 19, dengan jumlah bilangan hasil baginya juga 29? Kecil sekali, hampir tidak ada. Dengan demikian, bisa di pahami bila Al­_Qur'an dalam pengajarannya menantang manusia dan jin untuk membuat satu ayat yang menyerupainya. Bukan saja dari sisi bahasa, arti, dan maknanya, tetapi juga dari komposisi matematisnya.
 
Kalimat Basmallah dalam Al-Qur'an berjumlah 114 atau (6 x 19). Tiap surat memuat kalimat pembuka Basmallah, kecuali Surat at-Taubah nomor 9. Surat ini tidak memiliki kalimat pembuka Basmallah!
Tetapi dalam surat ke-27, Surat an-Naml, yang artinya semut, terdapat dua kalimat Basmallah, satu lagi di ayat nomor 30.
Perhatikan, jumlah surat dari 9 ke nomor 27 adalah 19 surat. Lebih lanjut, bila angka 9 di jumlah sampai dengan angka 27, kita dapatkan:
 
9+10+11+12+13+14+15+....+27=342; atau (19 x 18)
 
Suratat-Taubah,surat khusus,yaitu satu-satunya surat yang tidak mempunyai kalimat Basmallah, bernomor 9.
Kita lihat: jumlah 3 + 4 + 2 = 9, sama dengan jumlah (1 + 8).
 
Sisi lain, kalimat pembuka surat Basrnallah hanya berjumlah 113. Angka ini merupakan bilangan prima ke-30.
 
Penempatan Nomor Surat dengan Huruf Qaf
 
Inisial huruf qof dalam Al-Qur' an sangat spesifik. Ia berhu­bungan dengan kata Qur'an yang di sebut 57 kali atau (19 x 3) dalam Al-Qur'an. Elarbi Bouqdib3 menemukan susunan yang di kategorikan sebagai sistem parity check.
Huruf qof di pakai untuk proteksi nama surat dan penempatan surat supaya tidak tertukar. Ia pun di pakai untuk pengawasan paritas pada surat­_surat tertentu yang berhubungan dengan jumlah ayat, dan banyaknya huruf.
 
TABEL  5.2
STRUKTUR NAMA SURAT YANG MEMAKAI HURUF QOF, 20 SURAT

No
Nama surat
No surat
No
Nama surat
No surat
1
AI-Baqoroh (Pembuka’an)
2
11
AI-Qolam (Pena)
68
2
Al-Furqon (Pembeda)
25
12
AI-Haqqoh (Hari Qiamat)
69
3
AI-Qoshosh (Cerita-ceri[a)
28
13
AI-Qiyamah (Hari Qiamat)
75
4
Luqman
31
19
AI-Insyiqoq (Terbelahj
84
5
AI-Ahqof (Bukit-bukit Pasir)
46
15
Ath-Thoriq (Yg Datang Malam Hari).
86
6
Qof
50
16
AI-'Alaq Segumpal Darah)
96
7
AI-Qomar (Bulan)
54
17
AI-Qodar (Kemulia’an)
97
8
Al-Waqi' ah (Hari Qiamat)
56
18
Al-Qari' ah (Han Qiamat)
101
9
AI-Munafiqun (Orang-2 Munafik)
63
19
Quraisy (Suku Quraisy)
106
10
Ath-Tholaq (Talaq)
65
20
AI-Falaq (Waqtu Shubuh).
113

 
Dari 114 nama surat terdapat 20 surat yang memakai huruf qof. lintuk lebih jelasnya, dapat di lihat pada Tabel 5.2.

Kodetifikasi huruf qof ini di ketahui bila kita menjumlahkan tiap di git nomor surat tersebut di atas.
Jumlahnya: 2 + 2 + 5 + 2 +8+31+4+6+5+0+5+4+5+6+6+3+6+5 +1+0+6 +1+1+3=190,atau (19x10).
 
Penulis menemukan dari 20 nama surat tersebut terdapat 4 surat yang "ter-enkripsi' bernomor bilangan prima: 31, 97, 101, 113.
Jumlah nomor surat tersebut adalah 31 + 97 + 101 + 113 = 342 atau (19 x 18).
Artinya 20 surat ini hanya bisa menem­pati posisi nomor tertentu, dengan nama surat yang spesifik seperti di atas.
Di kunci lagi dengan 4 surat harus bilangan prima, yang jumlahnya pun kelipatan 19.
Kode bertingkat ini di kunci lagi dengan kaidah struktur ketiga, yaitu pembagian surat homogen dan heterogen, yang di jelaskan pada bab sebe­lumnya.
Lengkap sudah, nama dan jumlah surat, nomor surat, jumlah ayat tiap surat, posisi ayat, terstruktur tidak boleh ber­ubah.
 
Penempatan Qof dengan Nomor Surat dan Jumlah Ayat
 
Inisial huruf qof juga menunjukkan kodetifikasi hubungan nomor surat, huruf qof, dan jumlah ayat surat tersebut. Ini juga berarti tiap huruf sisipan fawatih, merupakan kode sendiri untuk surat-surat yang berinisial.
 
1.    Huruf qof sebagai ayat tersendiri di muat di surat nomor 42 pada ayat dua, yaitu asy-Syura yang artinya musyawarah. Sedangkan pada surat nomor 50 atau Surat Qaf, huruf tersebut bukan ayat tersendiri, di cantumkan pada permula’an ayat pertama.
Jumlah huruf qof masing-masing surat adalah 57, atau jumlah seluruhnya 114, sama banyak­nya dengan jumlah surat Al-Qur'an.
2.    Surat nomor 42, asy-Syura, terdiri dari 53 ayat. Jumlah no­mor surat dan ayatnya 42 + 53 = 95, atau (19 x 5).
3.    Surat nomor 50, Qaf, terdiri dari 45 ayat. Jumlah nomor surat dan ayatnya pun seimbang, 50+45 = 95, atau (19 x 5).
Hubungan Basmallah, Nomer Surat, dan Jumlah Ayat
 
Enkripsi juga di temukan antara kalimat Basmallah dengan nomor surat dan jumlah ayat-ayat bilangan prima. Sebagaimana di ketahui, dalam 114 surat terdapat 30 nomor surat yang merupakan bilangan prima, dan 32 surat dengan jumlah ayatnya merupakan bilangan prima.
Kalimat Basmallah di ketahui memegang peranan yang sangat penting ketika nomor surat maupun ayat-ayatnya merupakan bilangan prima. Ia menjadi penyeimbang dan pelengkap.

 
TABEL  5.3
NOMOR SURAT DENGAN BILANGAN PRIMA &
 AYAT-AYAT MERUPAKAN BILANGAN PRIMA,
JUMLAH KELIPATAN 19
 
No
Nama surat
No surat
berupa bilanqan
prima
Jumlah ayat
bilanqan
prima
1
AI-Fatihah (Pembuka)
-
7
2
Yunus (Yunus)
-
109
3
Ar-Ro' d (Petir)
13
43
4
Asy-Syu'aro' (Para Penyair)
-
227
5
AI-Ahzab (Golongan yang Bersekutu)
-
73
6
Yaasiin
-
93
7
Asy-Syuro (Musyawarah)
-
53
8
Az-Zukhruf (Perhiasan)
43
89
9
Ad-Dukhon (Asap)
-
59
10
AI-Jatsiyah (Yang Berlutut)
-
37
11
AI-Fath (Kemenangan)
-
29
12
AI-Hadid (Besi)
-
29
13
AI-Mumtahanah (perempuan yg di uji)
-
13
14
AI-Jumu' ah (Jum'at)
-
11
15
AI-Munafiqun (Orang-orang Munafik)
-
11
16
AI-Insan (Manusia)
-
31
17
AI-Takwir (Menggulung)
-
29
18
AI-Infithar (Terbelah)
-
19
19
Ath-Thoriq (Yang Datang Malam Hari)
-
17
20
AI-A' la (Yang Paling Tiinggi)
-
19
21
Adh-Dhuha (Waqtu Matahari Sepenggalah Naik)
-
11
22
AI- Alaq (Segumpal Darah)
-
19
23
Al-Qodr (Kemulia’an)
97
5
24
AI-Adiyat (Kuda Perang yg Berlari Kencang)
-
11
25
AI-Qori'  ah (Kiamat)
101
11
26
AI-Ashr (Masa)
103
3
27
AI-Fil (Gajah)
-
5
28
AI-Ma' -un (Barang-barang yang Berguna).
107
7
29
AI-Kautsar (Nikmat yang Banyak).
-
3
30
AI-Nashr (Pertolongan).
-
3
31
AI-Lahab (Gejotak Api).
-
5
32
AI-Falaq (Waqtu Shubuh).
113
5

Ada 7
Basmallah

1076

Jumlah bilangan menjadi :
1076 + 7 = 1083 atau (19 x 57)!

Sampai di sini pembaca tentunya dapat menyimpulkan bahwa pemakaian kalimat Basmallah dalam struktur enkripsi Al-Qur'an adalah sebagai pembuka, penyeimbang, dan peleng­kap-melengkapi jumlah ayat, menyeimbangkan surat dan ayat bentuk bilangan prima, serta sebagai ayat pembuka setiap surat.

Penyebutan Angka-angka

"Segala sesuatu di hitung dengan teliti satu persatu" termasuk penyebutan angka.
Hanya 30 bilangan saja yang di sebut Al_­Qur'an, yaitu:
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,10,11,12,19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 1.000, 2.000, 3.000, 5.000, 50.000, dan 100.000.
Jumlah angka tersebut 162.146 atau (19 x 8.534)!

Paling menarik, penyebutan angka 30 dalam Al-Qur'an hanya dua kali, yaitu di posisikan pada Surat al-A'raf, "tempat tinggi”, (QS 7: 142) dan Surat al-Ahqaf, "bukit-bukit pasir", (QS 46: 15).
Jika di hitung jumlah digit nomor surat dan nomor ayat­nya, maka jumlahnya adalah 7 + 1 + 4 + 2 + 4 + 6 + 1 + 5 = 30.
Luar biasa, bukan?

"Dua menghitung segala sesuatu satu persatu".
 ( al-Jinn 72 : 28).

Dengan demikian, jelaslah makna menghitung segala sesuatu, bukan saja amal manusia tetapi juga termasuk penulisan ayat-ayat Al-Qur' an.

Lalu kita kembali lagi pada pertanya’an mengapa bilangan prima?
Khususnya bilangan prima kembar?

Bilangan prima adalah bahasa universal yang dapat di komunikasikan antara makhluk-makhluk yang berintelegen­sia tinggi.
Sebagaimana di jelaskan sebelumnya, para pemikir matematika percaya bahwa ada hubungan dengan "desain alam semesta".

Dari sisi enkripsi, kodetifikasi atau proteksi suatu pesan, coba kita pikirkan:

Bila kita memakai angka biasa dari 1 sampai 100, maka ada enkripsi 100 bilangan.
Coba kita pakai bilangan prima, maka hanya di perlukan enkripsi 25 angka saja.
Dari bilangan prima tersebut, kita pakai bilangan khusus yang di sebut prima kem­bar, maka dari angka 1 sampai 100 terdapat bilangan prima kembar, sebagai berikut: 3 dan 5, 5 dan 7, 11 dan 13, 17 dan 19, 29 dan 31, 41 dan 43, 59 dan 61, terakhir 71 dan 73. Cukup 8 pasang angka saja untuk enkripsi bilangan dari 1 sampai 100.

Lalu mengapa angka 19 yang menonjol ?

Menurut mufasir modern, angka 19 berhubungan dengan kata Wahid4 dalam Al-Qur'an atau ber hubungan dengan simbol ke-Esa’an Tuhan, di mana jumlah nilai gematrikal-nya tiap huruf (wahid) atau al-jumal adalah 19 juga.
Mufasir modern seperti Dr. Tariq mengatakan, W = 6, A = 1, H' = 8, D = 4, total 19.
Dari segi bahasa, kata wahida, berasal dari kata wahada yang berarti "tak terbilang" atau "awal dari bilangan".
Arti umum adalah "tidak ada bandingannya" atau "tidak ada yang menyerupainya".
Kata Wahid dalam Al-Qur'an di sebut 20 kali, tetapi yang berhubungan dengan "Ke-Esa’an Tuhan" hanya 19 kali.
Sisanya 1 kali, menyatakan bilangan yang berarti satu. Dengan demikian, beberapa mufasir ahli matematika, seperti Dr. Tariq,5 berpendapat bahwa angka 19 ini bisa di artikan simbol atau cap ke Esa’an Tuhan.

Dari sisi struktur bilangan, pola 19 + 1 mengingatkan kita akan struktur asam amino pada DNA manusia:l9 simetris ber­pasangan dan 1 asimetris tidak berpasangan.

TABEL 5.4
TABEL AL- JUMAL, ATAU NILAI GEMATRIK TIAP HURUF ARAB

 








Alif
(1)
Ya'
Ta'
Ha'
Za
Wau
Ha'
Dal
Jim
Ba'
(10)
(9)
(8)
(7)
(6)
(5)
(4)
(3)
(2)
Qof
(100)
Shod
(
90)
Fa'
(80)
'Ain
(70)
Sin
(
60)
Nun
(50)
Mim
(
40)
Lam
(30)
Kaf
(20)
Gha
(1.000)
Za
(900)
Da
(800)
Dhal
(700)
Kna'
(600)
Tho'
(500)
Ta'
(900)
Syin
(300)
Ra'
(200)


Walloohu A’lam.
___/|\___
¨¨¨˜°♥°˜¨¨¨