Senin, 26 Agustus 2019

Surat yang Ke-19



Surat yang Ke-19

Surat Maryam, atau surat yang ke-19 dalam mushaf, di turunkan ketika sahabat-sahabat Nabi akan hijrah dari Mekkah dan tinggal di negeri Kristen (Nasrani), di Habash (Ethiopia).1  Walaupun kaum Quraisy yang kafir berusaha membujuk Raja Negus untuk mengusir kaum Muslim imigran, tetapi akhirnya - setelah bertanya pendapat Muslim tentang Yesus di dalam sebuah sidang pengadilan--rombongan Muslim diperbolehkan tinggal di keraja’an Kristen tersebut. Menurut hadits, Hazrat Ja'far, salah satu anggota rombongan mengutip ayat­ayat yang menceritakan tentang Yesus (Isa AS) dan perawan suci Maryam kepada Raja Negus. Sehingga Negus menitikkan air matanya terharu. Pembaca tentunya dapat membayangkan, bagaimana para sahabat Nabi di Habash dapat merespons pertanya’an Raja Negus dengan baik bila mereka tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang Yesus. Akibatnya mungkin akan berbeda, mereka akan di usir dari negeri itu atas hasutan kaum Quraisy yang kafir, jika mereka tidak menceritakan tentang Yesus.
Surat ini di pandang istimewa selain di turunkan sebelum kejadian itu (tinggal di negeri Kristen), tetapi juga di tempatkan sebagai surat yang ke-19.
 
Sebelumnya Muhammad saw, di sebabkan oleh tekanan kaum Quraisy, menganjurkan para sahabat pergi ke Habash, tempat di mana terdapat Raja yang adil, yang tidak membiarkan ketidak adilan di tanah negerinya.
Anjuran Nabi, rombongan Muslim boleh tinggal di sana dengan seizin Raja Negus sampai masalah di Mekkah dapat di atasi.
 
Adam dan Isa
 
Hasil studi oleh para mufasir, misalnya Abderrazaq Abbaouy2 dari Noon Centre, adalah bahwa surat ke-19 ini merupakan surat di mana kata Adam dan Isa (Yesus) bertemu dalam bentuk kata yang ke-19 di dalam Al-Qur'an.
Fakta sederhana ini di mulai ketika Surat Ali 'Imron ayat 59 mengatakan:

"Sesungguhnya misal (pencipta’an) 'Isa di sisi Allooh adalah seperti (pencipta’an) Adam.
“Allooh menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allooh berfirman kepadanya:
“Jadilah' (seorang manusia), maka jadilah dia."

Fakta fisik, Adam AS dan Isa AS sama-sama di ciptakan tanpa proses reproduksi normal, dan sama-sama berstatus Nabi. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa ternyata kata Adam dan Isa sama-sama 25 kali di sebut di dalam Al-Qur'an.
Kedua-duanya tersusun secara matematis dan berkaitan dengan bilangan prima.
Keduanya bertemu baik dalam ayat maupun surat pada posisi kata ke-7 dan ke-19, sebagaimana di gambarkan dalam tabel berikut ini.

TABEL 6.1
SURAT-SURAT YANG MEMUAT KATA ADAM DAN ISA
 

ADAM
ISA

No
SURAT
AYAT KE
SURAT
AYAT KE
No
1
2 (Al-Baqoroh)
31
2 (Al-Baqoroh)
87
25
2
2 (Al-Baqoroh)
33
2 (Al-Baqoroh)
136
24
3
2 (Al-Baqoroh)
34
2 (Al-Baqoroh
253
23
4
2 (Al-Baqoroh)
35
3 (Ali 'Imron)
45
22
5
2 (Al-Baqoroh)
37
3 (Ali 'Imron)
52
21
6
3 (Ali 'Imron)
33
3 (Ali 'Imron)
55
20
7
3 (Ali 'Imron)
59
3 (Ali 'Imron)
59
19
8
5 (Al-Maidah)
27
3 (Ali 'Imron)
84
18
9
7 (Al-A' rof)
11
4 (An-Nisa')
157
17
10
7 (Al-A' rof)
19
4 (An-Nisa')
163
16
11
7 (Al-A' rof)
26
4 (An-Nisa')
171
15
12
7 (Al-A' rof)
27
5 (Al-Maidah)
46
14
13
7 (Al-A' rof)
31
5 (Al-Maidah)
78
13
14
7 (Al-A' rof)
35
5 (Al-Maidah)
110
12
15
7 (Al-A' rof)
172
5 (Al-Maidah)
112
11
16
17 (Al-Is'ro')
61
5 (Al-Maidah)
114
10
17
17 (Al-Is'ro')
70
5 (Al-Maidah)
116
9
18
18 (Al-Kahfi)
50
6 (Al-An' am)
85
8
19
19 (Maryam)
58
19 (Maryam)
34
7
20
20 (Thoha)
115
33 (Al-Ahzab)
7
6
21
20 (Thoha)
116
42 (Asy Syura)
13
5
22
20 (Thoha)
117
43 (Az-Zukhruf)
63
4
23
20 (Thoha)
120
57 (Al-Hadid)
27
3
24
20 (Thoha)
121
61 (Ash-Shof)
6
2
25
36 (Yaa Siin)
60
61 (Ash-Shof)
14
1
 
Fakta sederhana :
 
1.  Kata Isa yang ke-19 ada pada ayat 34, dan kata Adam yang ke-19 ada pada ayat 58.
Dengan demikian, surat 19 ini adalah pertemuan kata Adam dan Isa, sama-sama ke-19.
 
2. Perbeda’an ayat dari nomor ayat 34 ke ayat 58 adalah 25 ayat.
 
3. Surat Maryam mempunyai 98 ayat, dengan 25 nomor merupakan bilangan prima, yaitu:
 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 43, 47, 53, 59, 61, 67, 71, 73, 79, 83, 91, 97.
Angka 25 sama dengan jumlah penyebutan Adam dan Isa di dalam Al-Qur'an.
Kata Maryam pada ayat 34 adalah kata Maryam yang ke-25 dalam Al-Qur'an.
 
4. Ayat ke-34, di maqo kata Isa berada, sama dengan penyebutan Maryam, 34 kali dalam Al-Qur'an.
 
Karakter yang sangat spesifik dalam surat ke-19 ini me­nunjukkan bahwa Surat Maryam sangat istimewa di pandang dari sudut hubungan kata Allooh, Adam as, Isa as, dan suratnya sendiri, baik isi maupun bilangan-bilangan enkripsinya.
Misalnya saja, kata Allooh dalam surat ini pertama kali di sebutkan dalam ayat ke-30, angka komposit yang ke-19. Kata Allooh sendiri di sebutkan 8 kali dalam surat ini, yaitu ayat 30, 35, 36, 76, 81, 91, 94, dan 96.

Bunyi ayat 94 :
 
“Sesungguhnya Allooh telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.
 (Maryam 19 : 94)
 
Salah satu esensi surat ini dalam hubungannya dengan 8 ayat yang memuat kata Allooh, yaitu bahwa semua manusia yang ada di (banyak) bumi maupun di (banyak tempat) planet atau alam, suatu sa’at akan datang kepada Allooh selaku seorang hamba, tidak kurang atau lebih jumlahnya, karena Allooh telah "menetapkan jumlahnya dan menghitung dengan hitungan yang sangat teliti".
 
Angka 8 ini sangat erat hubungannya dengan bilangan 19 dan kata Allooh. Kata Allooh menurut tafsir M. Quraish Shihab di sebut 2.698 atau (19 x 142) dalam Al-Qur'an (termasuk Basmallah).
Delapan di antaranya ada di surat ke-19 atau Surat Maryam. Lebih jauh, bila di urut dari surat-surat berdasarkan turunnya wahyu, surat ke-19 adalah Surat al-Ikhlash, di mana di situ pertama kali kata Allooh di perkenalkan oleh Tuhan.3 Se­belumnya, berdasarkan urutan wahyu dari pertama sampai ke­18, Tuhan di perkenalkan dengan nama Robbika, atau yang ber­arti:
"Tuhan Muhammad
"Pencipta
“Pemelihara
“dan Pendidik manusia.
Sedangkan pada wahyu ke-7 memang ada kata Allooh tetapi bermakna sifat, Yang Maha Suci.
 
Pembaca akhirnya mengetahui bahwa pada awalnya turun ayat-ayat Al-Qur'an, Tuhan memperkenalkan diri-Nya dengan kata Rabbika, kemudian baru setelah-Nya dengan definisi kata Allooh pada Surat al-Ikhlash.
Lima ayat wahyu pertama dari Surat al-'Alaq merupakan pengenalan bahwa Tuhanlah yang menciptakan manusia, mendidik, dan mengajar. Termasuk, Tuhan memberikan "kodetifikasi dan panah yang berkilauan" bagi pembaca yang berpikir.
Pertama kata "'alaqoh" yang ber­makna "sesuatu yang menempel pada dinding uterus, seperti lintah", kata ilmiah yang ada pada embriologi4.
Kedua, enkripsi di temukan ketika di ketahui 5 ayat pertama ini-terdiri dari 19 kata, atau 76 huruf (19 x 4).
Surat al-'Alaq sendiri terdiri dari 19 ayat, dan di tempatkan tepat pada urutan surat ke-19 sebelum surat terakhir.
Di tutup dengan wahyu terakhir, Surat an-Nashr atau Pertolongan. Surat tersebut terdiri dari 19 kata. Sedangkan ayat pertamanya terdiri dari 19 huruf.5.
Surat ini adalah surat yang terdiri dari 3 ayat yang pendek, menjanjikan kemenangan Islaam, di akhir tugas Nabi.
 
Pertanya’an berikutnva adalah apakah ada hubungannya dengan surat bernomor 36, Surat Yaa Siin?
Karena Yaa Siin adalah surat ke-19 dalam 29 surat fawatih. Sebagaimana di ketahui, Surat Ya Sin di dahului oleh ayat pertama Yaa Siin.
Berdasarkan hitungan ahli matematika di Lousiana,6 huruf fawatih Yaa + Siin dalam surat ini berjumlah 285, atau (19 x 15).
 
Mengapa koefisiennya bilangan 15?
 
Apakah ada hubungannya dengan surat ke-15 fawatih surat pertengahan al-'Ankabut atau yang bernomor 29 dalam mushaf.
Kita lihat surat ke-15 fawatih, atau surat 29 al-'Ankabut mempunyai 69 ayat, sedangkan surat ke-19 atau surat ke-36 Ya Sin mempunyai 83 ayat.
 
69 + 83 = 152, atau (19 x 8)
 
Kita bertemu lagi dengan angka 8. Dengan demikian, surat ke-19, yaitu Surat Maryam, Surat Yaa Siin, dan al-'Ankabut di­enkripsi dengan bilangan 19, koefisien 15, dan angka 8.
 
Secara matematis, bilangan komposit ke-152 adalah 198, dan 152 adalah (19 x 8).
Dalam matematika, ke ajaiban angka 8 dan 19 adalah hubungan timbal-balik bilangan komposit de­ngan bilangan prima kembar, seperti contoh angka 152 di atas.7
Jika jumlah sunt Al-Qur'an merupakan angka ajaib 114, karena bilangan prima ke-114 adalah 619, dan 114 adalah (6 x 19). Di sini kita menemukan angka ajaib lainnya, yaitu angka 152. Di mana bilangan komposit ke-152 adalah 198, dan 152 adalah (19 x 8).
 
Pembaca belum lupa, dalam Al-Qur'an, angka 8 di nyatakan dengan jumlah Malaikat yang mendukung'Arsy, sebelum atau sa’at Kiamat.
Sedangkan, secara harfiah, angka 19 di refleksikan dengan jumlah 19 Malaikat penjaga Neraka Saqor.
Angka 8 juga berhubungan dengan kata A!(ah dalam surat ke-19.
Angka­_angka itu juga menjadi enkripsi dalam struktur Kitab Mulia ini dan alam semesta-misalnya berhubungan dengan gaya dasar atau force penyeimbang alam semesta,8 serta Kalender Lunar (Bulan) dan Solar (Matahari).
Lebih jauh, berhubungan dengan informasi bahwa jumlah manusia yang akan datang menghadap ke Allooh swt selaku seorang hamba dalam hitungan yang teliti dan telah di tetapkan.
 

Walloohu A’lam.
___/|\___
¨¨¨˜°♥°˜¨¨¨