YANG PERLU ANDA KETAHUI DARI
HADITS-8
(MENGENAL TABI’IN)
Definisi Tabi’i
Secara bahasa kata Tabi’in merupakan bentuk jamak (Plural) dari Tabi’i atau Tabi’.
Secara bahasa kata Tabi’in merupakan bentuk jamak (Plural) dari Tabi’i atau Tabi’.
Tabi’ merupakan Isim Fa’il dari kata kerja Tabi’a.
Bila di katakan, Tabi’ahu fulan,
maknanya Masya Kholfahu (Si fulan berjalan di belakangnya).
Secara istilah adalah orang yang bertemu dengan shahabat dalam ke ada’an Muslim dan meninggal dunia dalam Islaam pula.
Secara istilah adalah orang yang bertemu dengan shahabat dalam ke ada’an Muslim dan meninggal dunia dalam Islaam pula.
Ada yang mengatakan:
“Tabi’i adalah orang yang
menemati shahabat.
Faedahnya:
Di antara faedah mengenal Tabi’in adalah agar dapat membedakan mana hadits Mursal (ucapan Tabi’i yang meriwayatkan langsung dari Nabi SAW tanpa menyebutkan shahabat) dan mana hadits Muttashil (bersambung sanadnya hingga kepada Nabi SAW).
Thobaqot Tabi’in
Para Ulama’ berbeda pendapat mengenai Thobaqot (tingkatan) Tabi’in. Karena itu, mereka mengklasifikasikannya berdasarkan pandangan masing-masing, di antaranya:
a. Imam Muslim menjadikannya tiga Thobaqot
b. Ibn Sa’d menjadikannya empat Thobaqot
c. Al-Hakim menjadikannya lima belas Thobaqot, yang pertamanya adalah orang yang bertemu dengan sepuluh shahabat yang di beri kabar gembira untuk masuk surga.
Siapa Mukhodhramin?
Kata Mukhodhramin merupakan bentuk jamak (plural) dari kata Mukhodhram.
Faedahnya:
Di antara faedah mengenal Tabi’in adalah agar dapat membedakan mana hadits Mursal (ucapan Tabi’i yang meriwayatkan langsung dari Nabi SAW tanpa menyebutkan shahabat) dan mana hadits Muttashil (bersambung sanadnya hingga kepada Nabi SAW).
Thobaqot Tabi’in
Para Ulama’ berbeda pendapat mengenai Thobaqot (tingkatan) Tabi’in. Karena itu, mereka mengklasifikasikannya berdasarkan pandangan masing-masing, di antaranya:
a. Imam Muslim menjadikannya tiga Thobaqot
b. Ibn Sa’d menjadikannya empat Thobaqot
c. Al-Hakim menjadikannya lima belas Thobaqot, yang pertamanya adalah orang yang bertemu dengan sepuluh shahabat yang di beri kabar gembira untuk masuk surga.
Siapa Mukhodhramin?
Kata Mukhodhramin merupakan bentuk jamak (plural) dari kata Mukhodhram.
Pengertiannya adalah orang yang hidup
pada masa Jahiliyah dan masa Nabi SAW lalu masuk Islaam akan tetapi ia tidak
sempat melihat beliau SAW.
Menurut pendapat yang shohih, Mukhodhramin
di masukkan ke dalam kategori kalangan Tabi’in.
Jumlah mereka di taksir sebanyak 20 orang seperti yang di hitung oleh Imam Muslim.
Akan tetapi pendapat yang tepat, bahwa jumlah mereka lebih dari itu, di antara nama mereka terdapat Abu ‘Utsman an-Nahdi dan al-Aswad bin Yazid an-Nakha’iy.
Siapa Tujuh Fuqoha?
Di antara deretan para tokoh besar Tabi’in adalah mereka yang di sebut al-Fuqaha as-Sab’’ah (Tujuh Fuqoha).
Jumlah mereka di taksir sebanyak 20 orang seperti yang di hitung oleh Imam Muslim.
Akan tetapi pendapat yang tepat, bahwa jumlah mereka lebih dari itu, di antara nama mereka terdapat Abu ‘Utsman an-Nahdi dan al-Aswad bin Yazid an-Nakha’iy.
Siapa Tujuh Fuqoha?
Di antara deretan para tokoh besar Tabi’in adalah mereka yang di sebut al-Fuqaha as-Sab’’ah (Tujuh Fuqoha).
Mereka-lah para Ulama’ besar
kalangan Tabi’in dan semuanya berasal dari Madinah.
Mereka adalah:
1. Sa’id bin al-Musayyib
2. al-Qosim bin Muhammad
3. ‘Urwah bin az-Zubair
4. Khorijah bin Zaid
5. Abu Salamah bin ‘Abdurrahman
6. ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah
7. Sulaiman bin Yasar
(Dalam hal ini, Ibn al-Mubarak memasukkan Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar menggantikan Abu Salamah.
1. Sa’id bin al-Musayyib
2. al-Qosim bin Muhammad
3. ‘Urwah bin az-Zubair
4. Khorijah bin Zaid
5. Abu Salamah bin ‘Abdurrahman
6. ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah
7. Sulaiman bin Yasar
(Dalam hal ini, Ibn al-Mubarak memasukkan Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar menggantikan Abu Salamah.
Sedangkan Abu az-Zinad memasukkan
Abu Bakar bin ‘Abdurrahman menggantikan dua nama; Salim dan Abu Salamah)
Siapa Kalangan Tabi’in Yang Paling Utama?
Terdapat perbeda’an pendapat di kalangan para Ulama’ mengenai siapa di antara kalangan Tabi’in tersebut yang paling utama.
Siapa Kalangan Tabi’in Yang Paling Utama?
Terdapat perbeda’an pendapat di kalangan para Ulama’ mengenai siapa di antara kalangan Tabi’in tersebut yang paling utama.
Pendapat yang masyhur bahwa yang
paling utama di antara mereka adalah Sa’id bin al-Musayyib. Abu ‘Abdillah,
Muhammad bin Khafif asy-Syairazi
berkata:
“Ahli Madinah mengatakan, Tabi’in
paling utama adalah Sa’id bin al-Musayyab.
Ahli Kufah mengatakan:
‘Uwais al-Qorni.’ Ahli Bashroh
mengatakan, ‘al-Hasan al-Bashori.’”
Siapa Kalangan Tabi’iyyat Yang Paling Utama?
Abu Bakar bin Abu Daud berkata:
Siapa Kalangan Tabi’iyyat Yang Paling Utama?
Abu Bakar bin Abu Daud berkata:
“Dua wanita tokoh utama kalangan
Tabi’iyyat (para wanita kalangan Tabi’in) adalah Hafshoh binti Sirin dan ‘Amrah
binti ‘Abdurrahman. Setelah itu, Ummu ad-Darda’.”*
Karya-Karya Yang Paling Masyhur Tentang Tabi’in
Di antaranya adalah kitab Ma’rifah at-Tabi’in karya Abu al-Mithraf bin Futhais al-Andalusi.**
* Yang di maksud di sini adalah Ummu ad-Darda’ ash-Shugra (isteri muda Abu ad-Darda’) yang bernama Hujaimah (ada yang menyebutnya, Juhaimah).
Karya-Karya Yang Paling Masyhur Tentang Tabi’in
Di antaranya adalah kitab Ma’rifah at-Tabi’in karya Abu al-Mithraf bin Futhais al-Andalusi.**
* Yang di maksud di sini adalah Ummu ad-Darda’ ash-Shugra (isteri muda Abu ad-Darda’) yang bernama Hujaimah (ada yang menyebutnya, Juhaimah).
Sedangkan Ummu ad-Darda’ al-Kubro
(isteri tua Abu ad-Darda’) bernama Khoiroh yang merupakan seorang wanita
shahabat.
** Lihat, ar-Risalah al-Mustathrifah, dari hal. 105
(SUMBER: Taysir Mushtholah al-Hadits karya Dr. Mahmud ath-Thahhan, hal.202-203, penerbit Maktabah al-Ma’arif, Riyadh, Cet.IX, tahun 1997/1417 H)
** Lihat, ar-Risalah al-Mustathrifah, dari hal. 105
(SUMBER: Taysir Mushtholah al-Hadits karya Dr. Mahmud ath-Thahhan, hal.202-203, penerbit Maktabah al-Ma’arif, Riyadh, Cet.IX, tahun 1997/1417 H)
Walloohu A’lam.
___/|\___
¨¨¨˜°♥°˜¨¨¨
