Senin, 26 Agustus 2019

YANG PERLU ANDA KETAHUI DARI HADITS-9



YANG PERLU ANDA KETAHUI DARI HADITS-9
(Mana Hadits Yang Paling Shohih?)
TANYA:

Saya seorang pemuda yang memiliki ghirah tinggi terhadap Islaam, menjaga sholat dan rukun-rukunnya.
Pertanyaan saya, manakah hadits yang paling shohih.?

JAWAB:

Kami katakan, kami memohon kepada Allooh SWT bagi kami dan seluruh saudara-saudara kita, kaum Muslimin agar di anugerai ketegaran untuk tetap istiqomah.

Ada pun mengenai hadits-hadits shohih, maka melalui pertanya’an anda, nampak bagi saya, bahwa anda adalah seorang penuntut ilmu pemula. Orang seperti anda, tentu tidak bisa membedakan sendiri, mana hadits yang shohih dan mana yang tidak melalui jalur kajian sanad.

Oleh karena itu, anda harus antusias untuk menggunakan kitab-kitab yang konsisten memilah mana hadits yang shahih.
Bila anda menemukan sebuah hadits di rujuk kepada kitab ash-Shohihain (Shohih al Bukhori dan Muslim) atau salah satu dari keduanya, maka ini baik.
Atau bila anda mendapatkan salah seorang Ulama’ yang di akui kapasitas ke ilmuannya menshohihkannya, maka ini baik.
Di antaranya, pentash-hihan yang di lakukan Syaikh Nashiruddin al Albani, sekalipun tidak seorang pun yang dapat terhindar dari kritikan dan sorotan. Yang penting, beliau memang demikian mengabdikan dirinya untuk Sunnah Nabi SAW.

Orang seperti anda juga perlu mengambil buku-buku yang konsisten memilah mana hadits yang shohih.
Artinya, anda tidak boleh menerima begitu saja setiap hadits yang di riwayatkan, menyampaikan sebuah hadits yang di katakan kepada anda atau menerima hadits dari buku apa saja yang anda lihat.
Hendaknya anda berhati-hati…!!!
Sebab Nabi SAW bersabda,
“Barang siapa yang menyampaikan sebuah hadits dariku, yang ia melihat dirinya telah berdusta (dalam hal itu), maka ia termasuk salah seorang tukang dusta.”.
Dalam sebagian riwayat di sebutkan:
”…maka ia termasuk salah seorang tukang banyak dusta.”

Dalam hal ini, silahkan merujuk kepada mukaddimah Shohih Muslim, sebab beliau mengetengahkan apa yang semestinya di jadikan dalil dalam masalah seperti ini, khususnya dari pendapat-pendapat para Ulama’ dalam memperingatkan tindakan meriwayatkan hadits tanpa mengetahui mana yang shohih dan mana yang tidaknya.?
Sebab hal ini di anggap sebagai ‘mengatakan sesuatu terhadap Allooh dan Nabi-Nya tanpa ilmu.” (na’uzubillahi min dzalik-red)

(SUMBER: Fatawa Haditsiyyah karya Syaikh Sa’d bin ‘Abdullah Al Humaid, hal.160-161)


Walloohu A’lam.
   ___/|\___
¨¨¨˜°°˜¨¨¨