Senin, 26 Agustus 2019

Silsilah Hadits-Hadits Masyhur-12



Silsilah Hadits-Hadits Masyhur-12
(Aku Adalah Nabi Paling Pertama Di Ciptakan Dan…)
Mukaddimah

Sering mereka yang di nobatkan sebagai Du’aat (Para Da’i), dalam memperingati momen tertentu seperti kelahiran Nabi SAW (padahal acara seperti ini tentu tidak ada landasannya dalam agama-red) menyampaikan hadits seperti yang akan kita kaji kali ini atau dengan redaksi yang lain.
Intinya, ingin menyanjung terlalu tinggi Rosulullooh SAW hingga mencapai taraf ‘berlebih-lebihan’ (Ghuluw).
Sayangnya lagi, kebanyakan mereka tidak pernah mau mempertanyakan kembali ‘keshohihan’ hadits tersebut; apakah kualitasnya dapat di pertanggung jawabkan ataukah tidak.?

Termasuk dari pengembangan pembahasan hadits tersebut, pembicira’an seputar apa yang mereka sebut sebagai ‘Nur Muhammad’ (yang juga di landasi dengan hadits yang Mawdhu’ [palsu] dan cerita-cerita bohong).

Untuk itu, hendaknya kita berhati-hati di dalam berdalil dengan hadits yang tidak jelas juntrungan dan kualitasnya.
Sebab di samping, kualitas hadits tersebut itu sendiri lemah atau pun mawdhu’, menyampaikannya kepada Umat –tanpa memberitahukan kualitas sesungguhnya hadits tersebut- dapat menyeret mereka kepada kesesatan, bid’ah bahkan kesyirikan.

Semoga kita terhindar dari kebodohan dan selalu berdalil dengan dalil yang benar-benar shohih dari Rosulullooh SAW.

Teks Hadits:
كُنْتُ أَوَّلَ النَّبِيِّيْنَ فيِ اْلخَلْقِ وَآخِرَهُمْ فيِ اْلبَعْثِ
“Aku (Rosulullooh) adalah Nabi Paling Pertama Di Ciptakan Dan Paling Akhir Di Bangkitkan (di utus).”

Hadits ini di riwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim di dalam kitab tafsirnya dan Abu Nu’aim di dalam kitab Dalaail an-Nubuwwah dari hadits Abu Hurairoh.

KUALITAS HADITS:

Ini hadits DHO’IF (LEMAH), untuk itu silahkan lihat:

- al-Maqooshid al-Hasanah karya as-Sakhowy, h.327
- TamyÎz ath-Thoyyib Min al-Khobiits… karya Ibn ad-Dubai’, h.122
- Kasyf al-Khofaa` karya al-‘Ajluny, Jld.II, h.129
- Al-Fawaa`id karya asy-Syawkany, h.326
- Al-Asroor, h.352
- Miizaan al-I’tidaal, Jld.I, h.331 dan Jld.II, h.128.
Di dalam sanadnya terdapat periwayat bernama Baqiyyah dan Sa’id bin Basyir.
Kedua-duanya adalah periwayat yang lemah haditsnya.
Lihat, Dalaa’il an-Nubuwwah karya Abu Nua’im

(SUMBER: ad-Durar al-Muntatsirah Fi al-Ahaadiits al-Masyhuurah karya Imam as-Suyuthy, tahqiq, Syaikh Muhammad Luthfy ash-Shhabbaagh, h.156, hadits no.337)



Walloohu A’lam.
  ___/|\___
¨¨¨˜°°˜¨¨¨