Silsilah Hadits-Hadits Masyhur-13
(Syahwat Wanita Berlipat Ganda Atas
Syahwat Laki-Laki?)
MUKADDIMAH:
Kita sering mendengar ucapan banyak orang bahwa syahwat (seksualitas) kaum wanita melebihi berlipat-lipat dari syahwat kaum laki-laki.
Kita sering mendengar ucapan banyak orang bahwa syahwat (seksualitas) kaum wanita melebihi berlipat-lipat dari syahwat kaum laki-laki.
Sepintas, ucapan itu terkesan benar,
namun benarkah demikian?
Adakah dasarnya?
Silahkan baca selanjutnya!!
TEKS HADITS
Silahkan baca selanjutnya!!
TEKS HADITS
إِِنَّ شَهْوَةَ الِّنسَاءِ تُضَاعِفُ
عَلَى شَهْوَةِ الِّرجَالِ
Sesungguhnya syahwat (seksualitas)
kaum wanita berlipat ganda melebihi syahwat kaum laki-laki
Imam as-Suyuthi (pengarang kitab rujukan kajian ini) mengatakan, Di dalam kitab al-Awsath dari hadits Ibn ‘Umar terdapat lafazh:
Imam as-Suyuthi (pengarang kitab rujukan kajian ini) mengatakan, Di dalam kitab al-Awsath dari hadits Ibn ‘Umar terdapat lafazh:
فُضِّلَتِ اْلمَرْأَةُ عَلَى الرَّجُلِ
بِتِسْعَةٍ وَتِسْعِيْنَ مِنَ الَّلذَّةِ وَلَكِنَّ اللهَ تَعَالَى أَلْقَى
عَلَيْهِنَّ الْحَيَاءَ
Wanita di lebihkan atas laki-laki
sebanyak sembilan puluh sembilan kenikmatan (seksualitas) akan tetapi Allooh
Ta’ala melemparkan sifat malu pada mereka
KUALITAS HADITS
Syaikh Muhammad Luthfi ash-Shabbagh (penahqiq kitab rujukan kajian ini) mengatakan:
Kualitas hadits di atas adalah MAWDHU’ (PALSU), untuk itu silahkan lihat:
- Dho’iif al-Jaami’, no.3981 karya al-Albani. Beliau (Syaikh al-Albani) berkata, “Lemah sekali.”
- al-Maqaashid al-Hasanah karya as-Sakhawy, h.255.
KUALITAS HADITS
Syaikh Muhammad Luthfi ash-Shabbagh (penahqiq kitab rujukan kajian ini) mengatakan:
Kualitas hadits di atas adalah MAWDHU’ (PALSU), untuk itu silahkan lihat:
- Dho’iif al-Jaami’, no.3981 karya al-Albani. Beliau (Syaikh al-Albani) berkata, “Lemah sekali.”
- al-Maqaashid al-Hasanah karya as-Sakhawy, h.255.
Di dalam sanadnya terdapat Daud,
Mawla Abi Mukammil yang merupakan Munkar al-Hadiits (periwayat hadits
munkar)
- Faydh al-Qadiir karya al-Manawi.
- Faydh al-Qadiir karya al-Manawi.
Beliau (al-Manawi) berkata,
“al-Bukhori berkata, ‘Munkar al-Hadiits.’ “
Syaikh Lutfhi mengomentari:
Syaikh Lutfhi mengomentari:
“Menurutku, juga terdapat periwayat
bernama Ibn Lahii’ah dan Usamah bin Zaid al-Laitsy yang di masukkan oleh Imam
adz-Dzahabi dalam bukunya adh-Dhu’afaa’ (para periwayat yang lemah),
yang berkata, ‘Ia (Usamah) seorang periwayat yang Layyin (ungkapan lain
untuk kualitas periwayat yang lemah).”
- TamyÎz ath-Thoyyib Min al-Khabiits… karya Ibn ad-Dubai’, h.92
- Kasyf al-Khofaa` karya al-‘Ajluny, Jld.II, h.15
- Al-Fawaa`id karya asy-Syawkany, h.136
(SUMBER: ad-Durar al-Muntatsiarah Fi al-Ahaadiits al-Masyhuurah karya Imam as-Suyuthy, tahqiq, Syaikh Muhammad Luthfy ash-Shhabbaagh, h.156, hadits no.337)
- TamyÎz ath-Thoyyib Min al-Khabiits… karya Ibn ad-Dubai’, h.92
- Kasyf al-Khofaa` karya al-‘Ajluny, Jld.II, h.15
- Al-Fawaa`id karya asy-Syawkany, h.136
(SUMBER: ad-Durar al-Muntatsiarah Fi al-Ahaadiits al-Masyhuurah karya Imam as-Suyuthy, tahqiq, Syaikh Muhammad Luthfy ash-Shhabbaagh, h.156, hadits no.337)
Walloohu A’lam.
___/|\___
¨¨¨˜°♥°˜¨¨¨
